Antasari ……Ohh ……Antasari …… [fitnah, jebakan, atau aktor intelektual]
08/05/2009
Cerita mengenai kasus terbunuhnya direktur PT Putera Rajawali Banjaran (PRB) nampaknya belum akan berakhir. Episode-episode yang bakal ditayangkan bisa jadi diluar perkiraan para penontonnya. Meskipun para pelakunya sudah tertangkap namun tidak bisa dengan mudah mengakhiri cerita ini.
Rani Juliani, si caddy cantik yang disebut-sebut punya peranan dalam masalah ini bukanlah sebagai saksi kunci meskipun dia diduga berada di antara Nasrudin dan Antasari.
Banyak kalangan meragukan apakah hanya karena seorang Rani Juliani motif dari pelaku sehingga tega menghabisi nyawa Nasrudin Zulkarnaen. Mereka yakin bahwa ada motif lain dibalik kasus tersebut.
Penangkapan pelaku, EN, DD, HS, HK, dan Fr, serta keterlibatan WW dan SHW belum cukup bagi polisi untuk menetapkan Antasari sebagai terdakwa.
Seperti diberitakan bahwa WW dan SHW memiliki hubungan dan kedekatan dengan Antasari. SHW yang merupakan Komisaris Utama Harian Merdeka itu disebut berperan sebagai penyandang dana. Sedangkan Kombes WW disebut-sebut sebagai orang yang turut mencarikan eksekutor.
Fitnah, jebakan, atau aktor intelektual?
Dalam satu poling, pada salah satu blog, 58.32% berpendapat bahwa Antasari dijebak, 18.11% berpendapat difitnah dan 23.58% memilih kalau antasari memang bersalah sebagai aktor intelektualnya.
Antasari hanyalah korban fitnah, artinya bukan dia otak di balik kasus ini. Begitu gencarnya Antasari memerangi korupsi sehingga orang, khususnya para pejabat, sangat miris jika mendengar kata “KPK“ sehingga tidak salah jika orang berpendapat Antasari hanya difitnah, dengan memberikan bukti-bukti yang mengarah kepadanya.
Untuk pilihan yang kedua orang berpikir, kok para pelaku penembakan dengan mudah bisa tertangkap. Benarkah Antasari sebagai otak? Orang yang sehari-hari bergelut dengan masalah hukum kok tidak profesional?. Tentunya ia memiliki trik supaya kasus ini (para pelaku penembakan) tidak mudah dideteksi.
Dengan melihat prestasi terakhir yang telah dicapai Antasari dimana KPK telah berhasil membongkar kasus-kasus besar, jadi wajar jika dia mempunyai banyak musuh. Nasrudin merupakan salah seorang yang dekat dengan Antasari, ia memiliki peranan penting dan mengerti tentang kasus-kasus korupsi besar. Akan sangat merugikan jika Antasari kemudian membunuhnya. Bisa saja Antasari memang otak di balik semua ini, namun dia sengaja digiring oleh musuh-musuhnya yang merasa terancam lewat kelemahan-kelemahannya. Mungkin salah satunya lewat seorang wanita yang bernama Rhani.
Kemungkinan ketiga, memang dia benar-benar sebagai aktor intelektualnya. Meskipun ia kelihatan sebagai orang yang kuat menghadapi para koruptor, bertahan untuk tidak menerima suapan. Namun ia adalah manusia biasa bukan malaikat, tentu bisa berbuat kesalahan. Sudah sifat manusia memang yang memiliki keimanan yang fluktuatif. Kadang imannya di atas kadang tidak tahan menghadapi godaan, apalagi godaan itu adalah harta, tahta, dan wanita.
Kita hanya menunggu kesungguhan dari kepolisian dan para penyidik juga para pejabat hukum, mudah-mudahan kasus ini segera terungkap dan bisa jelas siapa pelaku yang sebenar-benarnya dan tentunya hukumannya harus sesuai dengan asas keadilan.
Hidup hukum!!! (toto)
Entry Filed under: Hukum. Tag: aktor, Antasari, Azhar, Banjaran, Caddy, cantik, Direktur, fitnah, harta, intelektual, jebakan, Juliani, KPK, nasrudin, poling, PRB, PT, Putera, Rajawali, Rani, tahta, Wanita, Zulkarnaen.






Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed