Manfaat Virgin Coconut Oil

02/06/2009 at 6:17 pm Tinggalkan komentar

coconutoilqp5Setelah masyarakat merasakan manfaat mengkudu dan dikejutkan oleh fenomena buah merah yang masih dalam penelitian, sekarang minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) mulai mengemuka. Senyawa ini dipercaya mampu mengobati aneka penyakit. Apa benar demikian?

Minyak kelapa sebenarnya bukan produk baru bagi masyarakat kita. Sejak dahulu masyarakat sudah terbiasa mengonsumsi minyak ini, baik untuk memasak maupun sebagai ramuan obat tradisional. Hasil riset para ahli baru-baru ini membuktikan bahwa minyak kelapa murni baik untuk kesehatan.

Pamor minyak kelapa sempat meredup setelah media barat memberitakan beragam kekurangan minyak kelapa salah satunya karena kandungan asam lemak jenuh yang cukup tinggi. Alhasil mereka menganjurkan untuk mengkonsumsi minyak kelapa sawit minyak sayur, atau minyak jagung.

Kenyataan membuktikan, Amerika Serikat dimana penduduknya banyak mengonsumsi minyak sayur, angka kejadian penyakit jantung cukup tinggi. Artinya, pendapat bahwa minyak sayur lebih aman dibanding minyak kelapa mulai dipertanyakan.

Sementara itu riset yang dilakukan oleh dr Weston A Price seorang ahli gizi dari Amerika Serikat menunjukkan konsumsi minyak kelapa tidak serta merta mengakibatkan penyakit jantung. Penelitian yang dilakukan di pulau Pukapuka, Selandia Baru menemukan bahwa kasus penyakit jantung disana sangat rendah, padahal sebagian besar penduduknya mengonsumsi minyak kelapa dalam jumlah yang sangat besar, sekitar 60% dari total kalori yang dikonsumsi

Minyak kelapa pada umumnya dibagi menjadi dua kategori utama yaitu RBD dan Virgin. Proses pembuatan dan pemilihan buah mempengaruhi kualitas, penampakan, rasa, bau dan tentu saja khasiatnya.

Perbedaan proses pembuatan ini sangat mencolok dan berbeda nyata.

RBD singkatan dari “Refined, Bleached and Deodorized” atau minyak yang disuling, dikelantang dan dihilangkan baunya. Sedangkan Virgin bisa diartikan masih murni atau perawan.

RBD terbuat dari kopra (daging kelapa yang dijemur matahari atau diasapi). Sesuai kondisinya, bahan ini relatif kotor dan mengandung bahan asing yang mempengaruhi hasil akhirnya. Bahan asing ini bisa berupa jamur, tanah, sampah dan kotoran lainnya. Proses penjemuran dan pengasapan memberikan pengaruh besar pada hasil akhir. Demikian pula banyaknya jamur sangat mempengaruhi warna dan bau minyak. Minyak mentah (crude oil) yang dihasilkan bisa berwarna coklat tua sampai keabuan dan berbau tengik menyengat.


Untuk menghasilkan minyak goreng dan minyak komersial lainnya, pabrikan memproses lebih lanjut dengan menyuling memakai pelarut kimia dan menghilangkan baunya. Untuk maksud ini bisa menambahkan bahan kimia seperti beberapa jenis soda (NaOH atau KOH). Bau dihilangkan dengan menyaring melalui karbon aktif. Tentu saja semua ini sangat mempengaruhi viscositas (tingkat kekentalan), BD (berat jenis), titik beku, rasa, bau dan sebagainya. Pada umumnya yang membedakan dengan mudah adalah baunyadihilangkan dan rasanya hambar. Minyak RBD masih bisa digunakan untuk keperluan makanan di rumah tangga dan industri.

Bagaimana membuat VCO?

VCO adalah minyak nabati yang dibuat dari buah kelapa (Cocos nucifera L). Proses pembuatannya dimulai dari pemilihan buah kelapa. Kelapa tua segar adalah bahan baku terbaik. Setelah kulit arinya yang berwarna kecoklatan dikupas, buah kelapa diparut dan diperas menggunakan mesin pemeras santan (coco milk expeller) atau dengan tangan secara manual. Perasan santan kental kemudian dimasak dengan suhu di bawah 60oC. Sampai terbentuk lapisan belondo (endapan protein kelapa) pada bagian paling bawah, air dan lapisan minyak murni berwarna bening pada lapisan paling atas. Hasil minyak tidak mempunyai rasa dan beraroma khas kelapa. Minyak inilah yang dikenal dengan sebutan minyak perawan atau VCO.

Proses pembuatan VCO juga bisa dilakukan dengan proses dingin tanpa pemanasan. Langkah pertama memeras santan menggunakan air kelapa, proses berikutnya menambahkan enzim dari nanas (ananase), getah pepaya (papain) atau Kepiting sungai/yuyu yang dihaluskan. Selain dengan menambahkan enzim, fermentasi juga bisa dilakukan dengan menambahkan starter khamir Saccharomyces cereviseae atau ragi roti. Fermentasikan dalam suhu 30oC – 35oC selama 12 jam. Diamkan selama satu malam, keesokan paginya tinggal memisahkan blondo dengan minyak kelapa murni. Hasilnya berupa minyak kelapa murni yang rasanya lembut dan bau khas kelapa yang unik. Apabila beku warnanya putih murni dan dalam keadaan cair tidak berwarna atau bening.


Zat Apa yang Terkandung dalam VCO?


Virgin Coconut Oil dibuat dari kelapa segar tanpa melalui proses pemanasan, mengandung lauric acid atau asam laurat yang menurut hasil penelitian secara ilmiah membuktikan bahwa asam laurat dalam tubuh manusia dirubah menjadi monolaurin dan yang menjadi paling kuat dalam membunuh virus, bakteri, cendawan dan protozoa sehingga dapat menanggulangi serangan virus seperti HIV, herpes, influenza dan berbagai bakteri patogen termasuk listeria monocytogenes dan helicobacter pyloryd.


Disamping itu sebagai Asam Lemak Rantai Sedang (MCFA) berfungsi meningkatkan etabolisme dalam tubuh sehingga dapat menambah energi dan dapat mengontrol berat badan. Penelitian sejak tahun 1982 telah menghasilkan produk VCO yang telah dibuktikan secara ilmiah bahwa asam laurat dapat menanggulangi penyakit Diabetes, Kolesterol, Hepatitis C, Jantung koroner, Prostat, Osteoporosis, Maag, Ambeien luar dan dalam, Penuaan dini, dll.


Sama seperti yang terdapat pada Air Susu Ibu (ASI) yang memberikan perlindungan kepada sang bayi, asam laurat juga dibutuhkan manusia dewasa. Bagi manusia dewasa membutuhkan

asam ini rata-rata 24 gr per hari, yang berarti setara dengan tiga sendok makan VCO, artinya dalam satu hari VCO dapat dikonsumsi sebanyak tiga kali.


Kandungan Nutrisi dan Asam Lemak VCO/100 g
Energi: 3.760 kal
Protein: 0
Karbohidrat: 0
Gula: 0
Lemak: 100 g
Lemak jenuh: 92,1 g

Medium chain fatty acids (MCFA)
Asam kaprilat: 8 g
Asam kaprat : 10 g
Asam laurat : 48 g
Asam Miristat: 17 g
Long chain fatty acids (LCFA)
Asam palmitat: 9 g
Asam stearat : 2 g
Polyunsaturated : 2,1 g

Apa Saja Manfaat VCO?


Sebenarnya, penelitian klinis yang mendalam tentang manfaat VCO belum terlalu banyak, sehingga secara medis manfaat VCO belum bisa dipertanggungjawabkan. Meskipun demikian ada ahli yang merasakan manfaat VCO ini untuk mengobati penyakit. Salah satunya adalah dr Zainal Gani, dokter yang juga menjadi pengarang buku Bebas Segala Penyakit Dengan VCO.

Menurut dokter Zainal, VCO memiliki kandungan asam laurat yang tinggi. Asam laurat merupakan asam lemak jenuh berantai sedang atau disebut juga dengan medium chain fatty acid (MCFA). Asam lemak ini sangat mudah diserap oleh tubuh, tidak ditimbun dulu sebagai lemak seperti asam lemak berantai panjang.

Beberapa penelitian ilmiah menemukan beragam manfaat VCO bagi kesehatan dan pengobatan penyakit. VCO diyakini mampu mengatasi beragam ganguan kesehatan, seperti penyakit saluran pencernaan dan penyakit degeneratif. Menurut standar internasional, VCO baru akan berkhasiat jika di dalam minyak kelapa murni ini terkandung asam laurat minimal sebanyak 25%.

Berdasarkan pengalaman pribadi, dokter Zainal mengutarakan bahwa VCO mampu menurunkan kadar gula darah. Sebagai pengidap diabetes mellitus, dokter Zainal melakukan percobaan terhadap dirinya sendiri. Hasilnya, kandungan gula darahnya turun dari 265 menjadi 165 ml/dl dalam kurun waktu semalam. Hal itu dia alami setelah dia mengonsumsi VCO 30 cc sebanyak 3 kali sehari.

Selain itu menurut dokter Zainal, VCO juga bermanfaat mengurangi risiko kanker. Asam lemak jenuh rantai sedang dalam VCO dipercaya dapat bersifat sebagai anti karsinogenik yang mampu mencegah dan memerangi agen-agen karsinogenik pemicu timbulnya sel kanker.

Jika Anda punya masalah dengan gigi, Dr. Zainal juga menyarankan untuk mengonsumsi VCO. Menurutnya, MCFA VCO di dalam tubuh dapat mempermudah penyerapan mineral seperti Mg dan Ca, yang termasuk mineral penting dalam pembentukan dan perawatan gigi. Asam lemak VCO di dalam tubuh juga akan diubah menjadi zat yang bersifat sebagai antimikroba. Antimikroa inilah yang akan memerangi bakteri penyebab masalah gusi dan gigi berlubang.

Hasil penelitian dr Condrado Dayrit asal Filipina menunjukkan bahwa asam laurat dan asam kaprat yang terkandung di dalam VCO mampu membunuh virus. Di dalam tubuh, asam laurat diubah menjadi monolaurin sedangkan asam kaprat berubah menjadi monokaprin. Senyawa ini termasuk senyawa monogliserida yang bersifat sebagai antivirus, antibakteri, antibiotik dan antiprotozoa. Monokaprin ini yang digunakan pada suplemen bermerek Capricidin untuk memerangi virus HIV.

Manfaat Lain VCO dapat membantu menurunkan berat badan/obesitas

Kegemukan dan obesitas sekarang mudah terlihat pada anak-anak golongan menengah ke atas yang tinggal di kota-kota besar yang keranjingan menyantap junkfoods, ayam goreng, kentang goreng, pop-corn, pizza. donat, Oreo, kreker, biskuit, snacks dll yang digoreng dan atau diolah dengan minyak sayur, margarin dan shortening. Kejadian ini sudah melanda di Amerika Serikat, dan tidak kurang dari 60% golongan anak dan remaja mengalami obesitas dan morbid obesitas.


Obat-obat patent (allopathic) tidak bisa menyembuhkan keracunan lemak trans atau free radicals, malah sebaliknya lemak trans bisa membunuh kita (Drugs do not cure disease, Yokie Newa, 1997 dan Free Radicals invite death, Yokie Newa 1999). Sebaliknya menggoreng dan atau mengolah makanan dengan minyak kelapa adalah yang paling aman dan paling sehat, karena hanya menghasilkan energi, bukan kolesterol dan jaringan adiposa dan tidak pula menghasilkan lemak trans atau radikal bebas.


Salah satu makanan yang bisa meningkatkan metabolisme bahkan lebih dari protein adalah minyak kelapa. MCFA merubah metabolisme ke tingkatan yang lebih tinggi, membakar lebih banyak kalori. Hal ini terjadi setiap saat makan MCFA, karena MCFA meningkatkan angka metabolik, mereka merupakan lemak makan yang sebenarnya bisa mengurangi berat badan. Lemak makan yang menurunkan berat badan bukan menambahnya merupakan satu konsep yang sangat asing, namun itulah yang benar-benar terjadi.


Berbagai informasi tentang manfaat VCO tersebut memberikan harapan baru akan munculnya sebuah zat yang bisa bermanfaat untuk kesehatan manusia. Meskipun demikian sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti mekanisme yang mendasari berbagai manfaat VCO. Artinya, masih perlu dilakukan penelitian mendalam tentang manfaat VCO sebelum dipastikan bahwa senyawa ini memang bermanfaat bagi kesehatan.

Baru Sebatas Bahan Pangan Fungsional

Kepada penulis, Prof DR Ir Made Astawan, MS, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan, konsumsi VCO di kalangan mayarakat dan peredaran VCO yang semakin mudah diperoleh perlu diwaspadai. Sejauh ini penelitian manfaat VCO terhadap pengobatan penyakit baru penelitian awal dan belum diuji klinis.

Manfaatnya baru sebatas meningkatkan stamina tubuh, mirip suplemen pangan fungsional dan belum dikategorikan sebagai obat. Klaim produsen yang menyatakan VCO bisa menyembuhkan beragam penyakit sebenarnya cenderung menyesatkan. Apalagi untuk penderita penyakit tertentu seperti diabetes. Para penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi VCO.


Riset dan uji klinis telah membuktikan keampuhan dan khasiat virgin coconut oil untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan kehidupan sehat lainnya. Ringkasan ini diharapkan memberikan pengetahuan dan kita bersama memiliki harapansehat lebih besar dari manfaat Virgin Coconut Oil. Mari kita simak bersamaringkasan berikut ini :

1. Mematikan berbagai virus yang menyebabkan mononucleosis, influenza, hepatitis C, cacar air, herpes dan penyakit-penyakit lainnya.

2. Mematikan berbagai bakteri penyebab pneumonia, sakit telinga, infeksi tenggorokan, gigi berlubang, keracunan makanan, infeksi saluran kencing, meningitis, gonorrhea, luka gangren dan masih sangat banyak lainnya.

3. Mematikan jamur dan ragi yang menyebabkan candida, jock itch, kadas, athletes foot, ruam karena keringat dan popok dan infeksi lainnya.

4. Melumpuhkan dan mematikan cacing pita, lice, giardia dan parasit lainnya.

5. Menyediakan sumber nutrisi dan energi cepat.

6. Meningkatkan energi dan stamina yang memperbaiki fisik dan penampilan atlit.

7. Memperbaiki pencernaan dan penyerapan vitamin-vitamin dan asam amino yang larut dalam lemak.

8. Memperbaiki sekresi insulin dan pendayagunaan glukosa darah.

9. Meredakan stres pada pankreas dan sistem-sistem enzim tubuh.

10. Membantu meredakan gejala-gejala dan mengurangi resiko kesehatan yang dihubungkan dengan diabetes.

11. Mengurangi gangguan yang dikaitkan dengan gejala kesulitan pencernaan dan cystic fibrosis.

12. Memperbaiki penyerapan kalsium dan magnesium serta mendukung perkembangan tulang dan gigi yang kuat.

13. Membantu melindungi diri terhadap serangan penyakit osteoporosis.

14. Membantu meredakan gejala sakit saluran kandung kemih.

15. Meredakan gejala yang dihubungkan dengan Chron’s disease, ulcerative colitis dan bisul perut.

16. Mengurangi peradangan kronis.

17. Mendukung penyembuhan dan perbaikan jaringan tubuh.

18. Mendukung dan membantu fungsi kekebalan tubuh.

19. Membantu melindungi tubuh dari kanker payudara, kanker colon dan kanker lainnya.

20. Baik buat jantung; tidak meningkatkan cholesterol darah atau kelengketan platelet.

21. Membantu mencegah sakit jantung, atherosclerosis dan stroke.

22. Membantu mencegah tekanan darah tinggi.

23. Membantu mencegah sakit periodental dan kerusakan gigi.

24. Berfungsi sebagai antioksidan pelindung.

25. Membantu melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya yang meningkatkan

26. penuaan dini dan penyakit degeneratif.

27. Memperbaiki pendayagunaan asam lemak essensial dan melindunginya dari oksidasi.

28. Meredakan gejala kelelahan kronis.

29. Meredakan gejala benign prostatic hyperplasia (pembesaran prostat).

30. Mengurangi tekanan epileptis.

31. Melindungi tubuh dari penyakit ginjal dan infeksi kandung kemih.

32. Membantu mencegah sakit liver.

33. Kandungan kalori lebih rendah dari lemak lain sehingga efek penggunaan maksimal untuk pengobatan jauh lebih baik.

34. Mendukung fungsi thyroid.

35. Meningkatkan aktifitas metabolik sehingga memberikan efek penurunan berat badan yang alamiah dan stabil (mencegah kegemukan).

36. Mencegah infeksi topical bila dioleskan (melalui kulit).

37. Mengurangi gejala psoriasis, eksim dan dermatitis.

38. Mendukung keseimbangan kimiawi kulit secara alami.

39. Melembutkan kulit dan mengencangkan kulit dan lapisan lemak di bawahnya.

40. Mencegah keriput, kulit kendor dan bercak-bercak penuaan.

41.Memberikan penampilan rambut yang sehat dan tidak kering.

42. Mencegah kerusakan yang ditimbulkan radiasi sinar ultra violet pada kulit.

43. Mengendalikan ketombe.

44. Membantu memberikan vitalitas dan terasa lebih muda.

45. Menolak oksidasi sehingga memberikan perlindungan terhadap oksidasi berlebihan.

46. Virgin coconut oil pada suhu tinggi tidak membentuk zat yang berbahaya seperti pada vegetable oil lainnya.

47. Tidak memiliki efek samping yang berbahaya bila dikonsumsi.

48. Tidak beracun untuk dikonsumsi

Hasil-hasil penelitian membuka tabir kerahasiaan alam yang terkandung dalam buah kelapa, menyajikan data tentang manfaat minyak beraroma gurih dan lembut itu untuk meningkatkan metabolisme tubuh, serta menanggulangi beraneka penyakit.

Minyak kelapa Virgin mengandung lauric acid yang tinggi (sampai 53 persen), sebuah lemak jenuh dengan rantai karbon sedang (jumlah karbonnya 12) yang biasa disebut medium chain fatty acid alias MCFA.

Mendengar kata lemak jenuh, orang mudah menjadi takut, terseret oleh mitos tentang bahaya lemak jenuh bagi kesehatan, tanpa menyimak bahwa lemak jenuh yang berantai sedang, justru mendukung kesehatan kita.

Hasil-hasil penelitian menunjukkan, penggunaan minyak kelapa Virgin untuk memasak makanan akan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit-penyakit yang mematikan. Di dalam tubuh manusia lauric acid akan diubah menjadi monolaurin, sebuah senyawa monoglyceride yang bersifat antivirus, antibakteri, dan antiprotozoa.

Dengan sifatnya itu, monolaurin dapat menanggulangi serangan virus-virus seperti HIV, herpes simplex virus-1 (HSV-1), vesicular stomatitis virus (VSV), visna virus, cytomegalovirus (CMV), influenza, dan berbagai bakteri patogen termasuk listeria monocytogenes dan helicobacter pyloryd, serta protozoa seperti giadia lamblia.

Selain mengandung lauric acid, minyak kelapa Virgin juga mengandung capric acid yang, walaupun kandungannya cuma enam persen, juga bermanfaat bagi kesehatan. Di dalam tubuh kita, lemak berantai sedang yang jumlah karbonnya sepuluh ini diubah menjadi monocaprin, yang bermanfaat untuk mengatasi penyakit-penyakit seksual, seperti virus HSV-2 dan HIV-1, dan bakteri neisseria gonorrhoeae.

Sifat-sifat antiinfeksi yang dipunyai asam-asam lemak bergantung pada struktur kimianya, misalnya monoglyserides bersifat antiinfeksi. Sedangkan diglycerides dan triglycerides bersifat tidak antiinfeksi.

Di antara lemak-lemak jenuh yang berantai karbon sedang, lauric acid mempunyai antiviral activiy yang lebih besar daripada caprylic acid (dengan delapan karbon), capric acid (sepuluh karbon), atau myristic acid (dengan 14 karbon).

Adalah Dr Condrado Dayrit, yang pada tahun delapan puluhan menjabat sebagai Presiden The National Academy of Science dan Direk-tur Medis Potenciano Medical Center, Filipina, yang mula-mula melaporkan hasil penelitiannya tentang kemampuan lauric acid ataupun capric acid mematikan virus HIV.

Setelah profesor JJ Kabara mematenkan hasil penelitiannya lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, hasil-hasil penelitian tentang kemampuan minyal kelapa Virgin menanggulangi serangan virus telah banyak dipatenkan misalnya, paten yang dipunyai New England Deacones Hospital yang berjudul Kernel Oils and Disease Treatment.

Kontrol Berat Badan

Lemak jenuh berantai sedang yang terkandung dalam minyak kelapa Virgin juga bermanfaat untuk mengontrol berat badan. Obesitas telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di Amerika Serikat, yang 55 persen rakyatnya mengalami masalah kelebihan berat badan.

Obesitas, penyakit jantung, dan osteoporosis adalah keadaan-keadaan yang diakibatkan oleh rendahnya tingkat metabolisme tubuh. Untuk menghasilkan energi dari karbohidrat, dibutuhkan insulin agar glukosa dapat masuk ke dalam sel.

Banyak orang mengalami masalah produksi insulin ketika mereka menjadi tua sehingga tubuhnya mengalami kesulitan memperoleh energi dari karbohidrat. Glukosa yang tidak atau belum dimanfaatkan untuk energi diubah menjadi triglyceride dan diedarkan ke seluruh tubuh.

Trigliceride dan lipoprotein harus menembus dinding sel agar dapat digunakan menjadi energi, dan keduanya juga membutuhkan enzim untuk bisa menembus membran mitokondria di dalam sel, tempat energi dihasilkan.

Namun, MCFA mempunyai sifat unik, yaitu bahwa dia tidak membutuhkan enzim untuk menembus dinding mitokondria sehingga dapat menghasilkan energi dengan cepat dan efisien. Itulah sebabnya ada orang mengatakan, mengonsumsi MCFA mirip dengan mengisi kendaraan dengan bahan bakar yang beroktan tinggi.

Dikarenakan MCFA mudah diserap ke dalam sel kemudian ke dalam mitokondria, metabolisme pun meningkat. Penambahan energi yang dihasilkan oleh metabolisme itu menghasilkan efek stimulasi dalam seluruh tubuh kita.

Di samping meningkatkan level energi kita, ada manfaat lain seiring dengan peningkatan metabolisme itu misalnya, peningkatan daya tahan terhadap penyakit dan percepatan penyembuhan dari sakit. Dengan peningkatan metabolisme, sel-sel kita bekerja lebih efisien. Mereka membentuk sel-sel baru serta mengganti sel-sel yang rusak dengan lebih cepat.

Peneliti Jepang, T Fushiki dan K Matsumoto melaporkan, dengan mengonsumsi minyak kelapa Virgin, badan tidak hanya mempunyai energi lebih besar, tetapi juga mempunyai daya tahan lebih lama.

Dalam pemanfaatannya, minyak kelapa Virgin dapat dikonsumsi secara langsung, atau dipakai untuk memasak. Dengan struktur kimia yang tidak mengandung double bond, minyak ini bersifat tahan terhadap panas, cahaya, oksigen, dan tahan terhadap proses degradasi. Dengan sifat itu, minyak kelapa Virgin dapat disimpan dengan mudah pada suhu kamar selama bertahun-tahun.

Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memiliki kebun kelapa (Cocos nucifera) terluas di dunia yakni seluas 3.712 hektare, yang hampir seluruhnya adalah perkebunan rakyat dan merupakan sumber penghasilan sekitar dua setengah juta keluarga petani.

Namun, nilai ekspor minyak kelapa kita (32,2 persen) masih di bawah Filipina (45,6 persen dari total ekspor dunia). Konsumsi minyak kelapa terbesar adalah negara-negara Eropa Barat sebesar 570.000 ton atau 20,3 persen. Kemudian Amerika Serikat (AS) sebesar 467.000 ton (atau 16,6 persen), dan India sebesar 451.000 ton (16,1 persen). (lipi.go.id/E-5)

Sumber:

About these ads

Entry filed under: Herbal. Tags: , , , , , , , .

Dua Pekerja Indonesia Tewas di Malaysia Ada Apa dengan Omni International Hospital?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Translater

Kalender

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arsip

Waktu Sekarang

Ranking Blog

Peta Pengunjung


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: