SBY-JK Jatuh Talak

22/04/2009 at 8:34 am Tinggalkan komentar

Rabu, 22 April 2009 pukul 12:47:00

By: Republika Newsroom

sbykallaJAKARTA — Usai sudah jalinan kerja sama Susilo Bambang Yudhoyono dengan Jusuf Kalla. Kedua tokoh itu tak akan lagi bersamaan pada pemilihan presiden mendatang. Pembicaraan antara Partai Golkar dan Partai Demokrat, tak menemui kesepakatan. BERITAINDONESIA.COM Partai Golkar memberikan mandat sepenuhnya kepada Ketua Umumnya, Jusuf Kalla, untuk menjalin koalisi dengan partai-partai. Cerainya duet SBY-JK ini diumumkan oleh PG, Rabu (22/4) siang usai digelarnya rapat harian. ”Setelah komunikasi politik intensif untuk melanjutkan pemerintahan SBY-JK, dengan Partai Demokrat selama sepekan terakhir, tidak ada titik temu untuk koalisi antara kedua partai,” ungkap Sekjen PG Soemarsono, usai rapat harian itu di kantor DPP PG, Jakarta. Dengan keputusan ini, lanjut Soemarsono, PG memberikan mandat penuh kepada JK untuk menjalin komunikasi politik dengan partai-partai lain. Koalisi ini untuk membangun pemerintahan yang kuat dan efektif. Sedang mengenai keputusan capres atau pun cawapres akan diputuskan pada rapimnasus yang digelar Kamis (23/4), di Jakarta. Sekjen tak mengungkapkan lebih lanjut alasan tidak ditemuinya kesepakatan dengan PD. Menurut salah satu anggota tim tiga ini, kedua partai tidak mendapatkan kesamaan pandangan untuk menjalin koalisi. Sedangkan soal keinginan PG untuk hanya memajukan nama JK sebagai pendamping SBY, tak ada pembicaraan diterima atau tidak. Rapat PG hari ini dihadiri oleh seluruh pengurus harian. Selain JK, tampak Waketum Agung Laksono, Anggota Wanhat Aburizal Bakrie, para ketua DPP, antara lain Burhanuddin Napitupulu dan Syamsul Muarif. Hadir pula Wasekjen Iskandar Mandji dan Rully Chaerul Azwar. -djo/ahi

”Pemerintahan mendatang memang haruslah sebuah pemerintahan yang solid dimana para personilnya saling bahu membahu, bekerjasama dalam membangun satu visi dan misi pemerintahan sehingga mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang semakin hari semakin kompleks. Khusunya presiden dan wakil presiden harus menjadi dua sosok sebagai satu kesatuan yang dapat dijadikan sebagai indikator kekuatan dan keberhasilan suatu pemerintahan.

Jika SBY maju sebagai capres, sangat wajib untuk mencari sosok pendamping yang sejalan dengan visi, misi, dan pemikirannya. Bgitu juga jika JK atau Megawati yang akan maju sebagai capres, maka mereka harus mencari dan menemukan orang yang tepat untuk menjadi pendampingnya sehingga kelak jika terpilih akan dapat berjalan beriringan”.

Entry filed under: Dalam Negeri. Tags: , , , , , .

Momentum Hari Bumi (Earth Day), Saatnya Ciptakan Generasi Hijau Afrika Selatan Gelar Pemilu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Translater

Kalender

April 2009
S S R K J S M
    Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip

Waktu Sekarang

Ranking Blog

Peta Pengunjung


%d blogger menyukai ini: