KPK Setelah Antasari Tak Ada

03/05/2009 at 12:44 am Tinggalkan komentar

Anwar Khumaini – detikNews

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang berkabung. Bukan lantaran tak bisa menangkap koruptor. Tapi karena ‘rumah’ yang setahun terakhir bersinar, ‘digerogoti’ dari dalam. Sang ketua komisi, Antasari Azhar diduga terlibat dalam kasus pembunuhan. Memang ini bukan kemunduran dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Pemerintah pun menyatakan penetapan status tersangka terhadap Antasari justru malah menunjukkan sikap konsisten dalam penegakan hukum. “Justru kalau ditegakkan akan menjaga kredibilitas,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di Istana Bogor, Jumat 1 Mei kemarin.

Tapi ada yang lain di KPK setelah penetapan tersangka terhadap Antasari yang dibacakan oleh Kejaksaan Agung, meskipun polisi buru-buru membantah penetapan tersangka tersebut. Tidak seperti biasa, ada yang berbeda saat jumpa pers KPK di ruangan auditorium Jumat malam kemarin. Suasana tegang terpancar dari raut wajah seluruh pimpinan KPK yang hadir, saat hendak mengumumkan penonaktifan Antasari. Satu sama lain saling berpandangan, seakan enggan untuk berkata hendak menonaktifkan bosnya.

“Rapat memutuskan pelaksana harian pimpinan KPK, dihitung mulai hari ini dipimpin secara bergiliran, secara periodik oleh pimpinan yang lain,” kata Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (1/5/2009) malam lalu. Putusan penonaktifan Antasari dimaksudkan agar pria berkumis tebal ini berkonestrasi menyelesaikan kasus berat yang dia hadapi ini. Status penonaktifan terhadap Antasari bisa berubah menjadi pemberhentian tetap melalui sebuah Keppres.

Presiden SBY bisa saja mengeluarkan Keppres yang berisi pemberhentian tetap. “Presiden bisa mengeluarkan Keppres pemberhentian sementara dalam hal menjadi tersangka serta mengeluarkan keppres pemberhentian tetap jika menjadi terdakwa,” kata staf khusus Presiden SBY bidang hukum, Denny Indrayana dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Sabtu 2 Mei kemarin malam. Tak cuma ‘mencoreng’ lembaga yang selama ini dibanggakan masyarakat, kasus Antasari juga menyimpan pertanyaan publik tentang bagaimanakah sebenarnya proses pemilihan Ketua KPK yang dahulu dilakukan oleh DPR. Pada awal terpilihnya Antasari sebagai Ketua KPK sebenarnya publik telah mencium ‘bau tak sedap’. Sejumlah catatan buruk terhadap Antasari dilaporkan kepada Komisi III DPR yakni laporan seputar track record Antasari selama menjadi jaksa. Tapi seolah membiarkan begitu saja suara-suara sumbang dari luar, toh akhirnya DPR tetap mengetok palu meloloskan putra asal Palembang ini menjadi komisioner KPK. Teguran keras dilontarkan anggota DPR terkait kasus yang menimpa Antasari. “Kalau sampai cukup bukti dan benar Antasari terlibat dalam pembunuhan Nasrudin, maka saya dapat memastikan Antasari menggunakan uang dalam meloloskan dirinya sewaktu uji kelayakan di DPR. Dengan demikian saya mendesak pihak-pihak terkait untuk segera memeriksa teman-teman anggota DPR khususnya di Komisi III yang melakukan fit and proper test saudara Antasari,” kata anggota Komisi I DPR ALi Mochtar Ngabalin kepada detikcom kemarin. Bagaimana masa depan KPK setelah penonaktifan Antasari Azhar? Suara optimistis muncul dari LSM pegiat antikorupsi, ICW. “Ini momentum bagi KPK untuk meningkatkan pemberantasan korupsi, mengusut BLBI, mengusut kasus korupsi di RNI (Rajawali Nusantara Indonesia), dan memulai penyidikan pada Sjamsul Nursalim (pengemplang BLBI),” kata anggota Badan Pekerja ICW Emerson Yuntho. Karena, KPK tidak identik dengan Antasari. Kasus yang dialaminya adalah kasus pembunuhan yang bersifat kriminal. Sementara, pemberantasan korupsi adalah cita-cita luhur yang harus terus didengungkan, meski tanpa Antasari. “Tindakan Antasari tidak bisa diartikan sebagai tindakan KPK. Keberhasilan KPK tidak bisa diartikan sebagai keberhasilan Antasari,” tutup Emerson. (anw/anw)

Entry filed under: Dalam Negeri. Tags: , , .

Barcelona Lumat Madrid! Peringati Hardiknas, Jl Sudirman-MH Thamrin Ditutup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Translater

Kalender

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Arsip

Waktu Sekarang

Ranking Blog

Peta Pengunjung


%d blogger menyukai ini: