Mengenang Tragedi Tiananmen 20 Tahun Lalu

05/06/2009 at 6:56 pm Tinggalkan komentar

132430pMasih segar dalam ingatan kita akan tragedi Lapangan Merah (Tiananmen Square) di Beijing China, pada malam 3-4 Juni 1998 silam. Pada Kamis (4/6), masyarakat anti pemerintah di China melaksanakan peringatan HUT ke-20 peristiwa penindasan terhadap aktivis demokrasi di Lapangan Tiananmen.

Namun mereka yang tinggal di China daratan, khususnya di Beijing, tidak dapat melaksanakan peringatan itu karena ketatnya pengamanan oleh petugas keamanan.

Dari kompas.com memberitakan beberapa wartawan asing dilarang memasuki Lapangan Tiananmen. Beberapa petugas keamanan selain memeriksa paspor juga memblokir operator kamera TV dan juru foto asing memasuki lapangan yang menjadi saksi bisu peristiwa berdarah tersebut. Beberapa petugas keamanan dengan pakaian preman mengancam akan menindak wartawan dengan tindak kekerasan apabila mereka menolak perintah untuk menjauhi Lapangan Tiananmen.

Di daratan China, Pemerintah Beijing menyensor situs jejaring sosial dan situs foto seperti Twitter dan Flickr. Beijing juga menyensor jaringan televisi CNN dan jaringan berita asing  lain setiap kali jaringan ini menayangkan peristiwa Tiananmen.

Kondisi penindasan yang berlangsung di daratan China tidak terlihat di Hong Kong. Bekas koloni Inggris yang telah kembali ke Pemerintah Beijing pada 1997 itu justru dijadikan sebagai lokasi untuk mengenang peristiwa Tiananmen yang terfokus di Victoria Park dan dihadiri oleh 150.000 warga.

“Sudah waktunya China bertanggung jawab terhadap pembantaian itu,” kata Kin Cheung (17), seorang pelajar Hong Kong. “Mereka harus mengungkap kebenaran.”

Itulah wajah China masa lalu. China masa sekarang sudah berbeda, kran-kran kebebasan mulai dibuka meskipun belum sepenuhnya. Adanya sedikit kebebasan yang diberikan oleh penguasa negeri “Tirai Bambu” saat ini telah merubah China menjadi Negara yang sangat diperhitungkan dan disegani oleh “musuh-musuhnya”, seperti AS dan sekutunya. Namun soal kebebasan, pemerintah China tetap saja membatasi warganya, terutama kebebasan dalam menyampaikan pendapat.

China adalah negara komunis terbesar. Negara ini menganut sistem satu partai, hanya partai komunislah yang berhak hidup di negeri ini. Tentu saja pemerintahannya sangat otoriter, pemerintah (negara) mempunyai kekuasan yang sangat luas, sedangan hak-hak warga negaranya sangat dibatasi. Orang-orang atau kelompok-kelompok yang berseberangan dengan pemerintah dianggap sebagai pengkhianat negara dan dapat dituduh subversif sehingga harus diberangus.

Entry filed under: Luar Negeri. Tags: , , , , , , , , , , .

[Foto-foto] Manohara Pernah Diperkosa Fakhry Sebelum Nikah ? Kaltim, Satu Guru Satu Laptop

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Translater

Kalender

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arsip

Waktu Sekarang

Ranking Blog

Peta Pengunjung


%d blogger menyukai ini: